Mobile Menu

navigasi

More News

Elon Musk menyangkal bahwa kecelakaan mobil Tesla akibat fitur Auto Pilot

April 20, 2021

 


Topspeed Indonesia - CEO Tesla, Inc. Elon Musk, mengemukakan bahwa kecelakaan yang dialami oleh Tesla Model S yang terjadi pada Sabtu (16/04/2021) dialami dalam kondisi Autopilot tidak aktif.

Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan pihak kepolisian setempat ketika meng-investigasi kecelakaan tersebut.

Sebelumnya sudah dilaporkan telah terjadi kecelakaan mobil Tesla pada Sabtu (16/04/2021) di Houston, Texas, Amerika Serikat yang menewaskan dua orang. Kepolisian setempat mengatakan mobil kemungkinan dalam kondisi Autopilot aktif sebab tidak ditemukan ada penumpang yang duduk di bangku sopir, dua korban diketahui duduk di bangku penumpang depan dan belakang.

Elon Musk menjelaskan bahwa perusahaannya telah mendapat log aktifitas dari mobil tersebut dan melihat bahwa fitur Auto Pilot tidak aktif. Serta pemilik mobil ini juga tidak membeli seri yang sudah ada fitur Full Self-Driving (FSD) didalamnya.



"Log data yang didapat sejauh ini menunjukkan Autopilot tidak diaktifkan dan mobil ini tidak membeli FSD. Selain itu, Autopilot standar membutuhkan garis jalur untuk menyala, yang tidak dimiliki jalan ini," ungkap Musk dalam cuitan pada akun Twitter dikutip Selasa (20/04/2021).



Saat kecelakaan Model S diberitakan sempat melewati tikungan, lalu menabrak pohon dan terbakar. Seorang anggota keluarga pemilik Tesla itu mengatakan bahwa mereka melompat ke kursi belakang saat memulai perjalanan.

Dikutip dari The Guardian investigator yakin 100 persen tidak ada orang yang mengendarai Model S produksi 2019 itu pada Sabtu malam ketika mobil keluar dari jalur dan menabrak pohon lalu terbakar.

"Tidak ada yang mengendarai mobil itu dan menewaskan dua orang di dalamnya, kata perwakilan kepolisian Mark Herman. (Penulis: Rifqi Azis/ Sumber: CNN Indonesia)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment